Published : 22 March 2018


Abstrak Jurnal menjadi bagian yang sangat penting dalam penulisan sebuah Jurnal Internasional. Penulisan asbtrak jurnal yang baik akan mempermudah pembaca dalam mengetahui gambaran dari penelitian yang kita lakukan. Tidak hanya itu, penulisan abstrak jurnal yang baik akan meningkatkan nilai jurnal kita di mata reviewer jurnal. Sehingga kesempatan jurnal internasional kita ter-indeks di direktori jurnal akan semakin besar. Berikut 5 Tips Menulis Abstrak Jurnal Internasional yang bisa kita terapkan :

1. Ruang Penelitian

Langkah pertama dalam pembuatan abstrak sebuah jurnal adalah dengan menunjukkan seberapa pentingnya penelitian yang kita lakukan. Jangan ketinggalan untuk menunjukkan kelemahan atau perbedaan dengan penelitian yang telah dibuat sebelumnya.

Contoh :

"Coastal changes on sandy shorelines are continuous and occur at diverse spatial and temporal scales. Gaining knowledge on beach change processes increases our capability to manage risks, especially shoreline erosion, affecting the increasing population living in coastal areas." (from Javier Benavente, 2012)

2. Gambaran Penelitian

Berikan gambaran yang jelas mengenai tujuan dari penelitian yang kita lakukan. Hal ini sangat penting bagi pembaca agar dapat mengetahui secara langsung mengenai gambaran atau tujuan penelitian dari abstrak jurnal yang kita buat.

Contoh :

"In this work, the decadal behaviour of 58 sandy beaches along the 150 km long South-Atlantic coast of Spain, between the Guadalquivir river mouth and the Strait of Gibraltar, is analysed in order to investigate the relationships between shoreline change patterns and the diverse morphological and dynamic factors controlling beach evolution in the area." (from Javier Benavente, 2012)

3. Metode Penelitian

Setelah pembaca mengetahui Ruang dan Gambaran penelitian. Berikutnya kita harus menjelaskan prosedur atau metode penelitian yang digunakan. Berikan gambaran data dan metode yang kita gunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Kita dapat menggunakan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.

Dengan pendekatan kuantitatif kita dapat memberikan analisis berupa data, sehingga prosedur penelitian data kita nyatakan secara ringkas. Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, kita dapat menggambarkan prosedur analisis data secara lebih lengkap.

Contoh :

"For this purpose, georectified aerial photographs spanning the period 1956–2008 were compared in a GIS environment to calculate rates of shoreline change. Short-term evolution of beach profiles was also analysed in selected areas of interest." (from Javier Benavente, 2012)

4. Ringkasan Penelitian

Bagian berikutnya yang sangat penting di dalam abstrak jurnal adalah ringkasan penelitian. Nyatakan secara ringkas hasil temuan utama penelitian berdasarkan pertanyaan atau tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

Contoh :

"Headland-bay beaches show complex evolution patterns greatly influenced by local conditions, such as specific shoaling processes or local winds. This classification is useful not only in forecasting general shoreline behaviour in the near future, but also in selecting the most appropriate type of intervention when managing retreating coasts." (from Javier Benavente, 2012)

5. Evaluasi / Perbandingan

Bagian terakhir dari sebuah abstrak jurnal adalah evaluasi atau perbandingan penelitian yang telah kita lakukan dengan penelitian lainya.

Contoh :

"On the basis of these results, a morphological and evolutionary classification of sandy beaches is proposed taking into account the way beach morphology influences erosion/accretion processes." (from Javier Benavente, 2012)

Demikian 5 Tips Menulis Abstrak Jurnal Internasional. Dengan penulisan abstrak jurnal yang baik, akan memudahkan pembaca untuk mengetahui secara langsung tentang penelitian yang kita lakukan. Penulisan abstrak jurnal yang baik juga akan meningkatkan kualitas jurnal kita di hadapan reviewer. Sehingga kesempatan jurnal kita ter-indeks akan semakin besar. Keep Writing Guys!



Pencarian
Ikuti Kami